Siswa dibagi menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok menentukan sendiri tema musyawarah yang akan diperagakan, kemudian berdiskusi untuk menyusun skenario dan membagi peran. Ada yang berperan sebagai pemimpin musyawarah, menyampaikan usulan, memberikan tanggapan, hingga menyampaikan pendapat yang berbeda. Suasana kelas pun menjadi lebih hidup ketika setiap kelompok mulai memainkan perannya. Masing-masing berusaha menunjukkan bagaimana sebuah musyawarah berlangsung, mulai dari menyampaikan pendapat hingga mencari keputusan bersama.
Melalui kegiatan bermain peran ini, siswa belajar bahwa musyawarah tidak selalu berjalan dengan pendapat yang sama. Perbedaan justru menjadi kesempatan untuk belajar mendengarkan, menghargai gagasan orang lain, dan mempertimbangkan kepentingan bersama. Mereka juga berlatih menyampaikan pendapat dengan santun, tidak memaksakan kehendak, serta menerima hasil kesepakatan dengan penuh tanggung jawab. Dengan mempraktikkannya secara langsung, materi yang dipelajari tidak hanya berhenti sebagai teori di buku, tetapi menjadi pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Musyawarah bukan tentang siapa yang paling benar atau pendapat siapa yang harus menang, melainkan tentang bagaimana menemukan keputusan terbaik bersama.
.jpeg)



