Bukan Sekadar Berpendapat, Siswa Kelas 5 Belajar Arti Musyawarah

Penulis: Tami Kemala Hari: Sabtu, 17 Oktober 2026 Jam: 9:59:00 PM Label:


Pernah ikut berdiskusi dengan teman, tetapi ternyata masing-masing punya keinginan yang berbeda? Ada yang ingin ini, ada yang memilih itu. Kalau sudah begini, bagaimana caranya supaya semua bisa mencapai kesepakatan? Nah, pengalaman seperti inilah yang dekat dengan kehidupan siswa sehari-hari dan menjadi alasan mengapa musyawarah penting untuk dipelajari. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, siswa kelas 5 belajar tentang musyawarah dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila melalui kegiatan role playing atau bermain peran. Tujuannya, agar siswa memahami proses musyawarah, berani menyampaikan pendapat dengan santun, menghargai perbedaan, dan belajar mengambil keputusan bersama dengan penuh tanggung jawab.

Siswa dibagi menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok menentukan sendiri tema musyawarah yang akan diperagakan, kemudian berdiskusi untuk menyusun skenario dan membagi peran. Ada yang berperan sebagai pemimpin musyawarah, menyampaikan usulan, memberikan tanggapan, hingga menyampaikan pendapat yang berbeda. Suasana kelas pun menjadi lebih hidup ketika setiap kelompok mulai memainkan perannya. Masing-masing berusaha menunjukkan bagaimana sebuah musyawarah berlangsung, mulai dari menyampaikan pendapat hingga mencari keputusan bersama.

Melalui kegiatan bermain peran ini, siswa belajar bahwa musyawarah tidak selalu berjalan dengan pendapat yang sama. Perbedaan justru menjadi kesempatan untuk belajar mendengarkan, menghargai gagasan orang lain, dan mempertimbangkan kepentingan bersama. Mereka juga berlatih menyampaikan pendapat dengan santun, tidak memaksakan kehendak, serta menerima hasil kesepakatan dengan penuh tanggung jawab. Dengan mempraktikkannya secara langsung, materi yang dipelajari tidak hanya berhenti sebagai teori di buku, tetapi menjadi pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.


Dari kegiatan sederhana ini, tersimpan pelajaran yang bermakna. 
Musyawarah bukan tentang siapa yang paling benar atau pendapat siapa yang harus menang, melainkan tentang bagaimana menemukan keputusan terbaik bersama. 
Semoga pengalaman ini membantu siswa membiasakan diri menerapkan nilai-nilai Pancasila, baik di kelas, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat. Sebab, menjadi pribadi yang baik bukan hanya tentang berani berbicara, tetapi juga tentang bersedia mendengarkan, menghargai perbedaan, dan menjaga kebersamaan.