Kelas Orang Tua Mengajar #Sesi 4 "Belajar Basa Jawa Krama"

Penulis: Tami Kemala Hari: Kamis, 29 Oktober 2026 Jam: 9:26:00 PM Label:


“Nuwun sewu, Bu. Kula badhe nyuwun pirsa.” Pernahkah anak-anak mendengar atau mengucapkan kalimat seperti ini? Di tengah kebiasaan menggunakan Bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari, Bahasa Jawa Krama perlahan mulai jarang digunakan oleh sebagian anak. Padahal, bahasa ini bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga mengajarkan tata krama, kesopanan, dan cara menghormati orang lain. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa belajar Bahasa Jawa Krama penting untuk dikenalkan kembali kepada siswa sejak dini.

Melalui program Kelas Orang Tua Mengajar tahun pelajaran 2026/2027, siswa kelas 5 kembali mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda. Pada sesi keempat yang dilaksanakan hari Selasa, 27 Oktober 2026, Mama Zaka (Ibu Rohayati) dan Mama Evan (Ibu Ferawati) hadir sebagai narasumber untuk mengajak siswa mengenal lebih dekat Bahasa Jawa Krama. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar kembali bahasa daerah yang mungkin mulai terasa asing bagi sebagian dari mereka.

Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan dengan berbagai kosakata Bahasa Jawa Krama beserta artinya dalam Bahasa Indonesia. Mereka belajar mengenali perbedaan penggunaan bahasa sehari-hari dengan bahasa yang lebih halus ketika berbicara kepada orang yang lebih tua, seperti orang tua, guru, atau orang yang dihormati. Siswa juga berkesempatan berlatih mengucapkan kata dan kalimat sederhana dalam Bahasa Jawa Krama. Dengan bimbingan Mama Zaka (Ibu Rohayati) dan Mama Evan (Ibu Ferawati), siswa diajak mencoba menggunakan bahasa tersebut dalam percakapan sederhana. Suasana belajar pun menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal bahasa daerah dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan.

Melalui Kelas Orang Tua Mengajar sesi keempat ini, siswa tidak hanya belajar kosakata dan cara berbicara dalam Bahasa Jawa Krama, tetapi juga memahami nilai kesopanan dan penghormatan yang terkandung di dalamnya. Bahasa daerah merupakan bagian dari identitas budaya yang perlu dijaga agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya. Terima kasih kepada Mama Zaka (Ibu Rohayati) dan Mama Evan (Ibu Ferawati) atas waktu, ilmu, dan pengalaman yang telah dibagikan kepada siswa kelas 5. Semoga setelah kegiatan ini, anak-anak semakin berani menggunakan Bahasa Jawa Krama, baik di rumah maupun di lingkungan masyarakat. Ayo, kita kenali dan lestarikan bahasa daerah agar tidak hanya menjadi cerita dari generasi terdahulu, tetapi tetap menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari!